Setelah Lawang Seketeng, Alquran Kuno Kedua Ditemukan di Sukolilo Baru Surabaya

suarasurabaya.net – Sebuah Alquran Kuno yang diprediksi berasal dari abad 15 ditemukan di Masjid Sholihin, Kelurahan Sukolilo Baru, Kecamatan Bulak, Surabaya. Alquran kuno ini pada Kamis (7/2/2019) lalu, telah dicek oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Surabaya bersama Laskar Surabaya, Komunitas Pecinta Sejarah Surabaya.

Kitab suci kuno yang kini dalam keadaan rapuh tersebut memiliki beberapa ciri khas. Mochamad Sayful Ketua Komunitas Laskar Surabaya mengatakan, Alquran kuno tersebut ditulis tangan di atas kertas yang bersegel.

“Ciri khas dari alquran ini, Satu, dia bersegel, kerajaan belanda. Logo singa membawa pedang,” kata Ipul ketika ditemui di Masjid Sholihin, Surabaya pada Minggu (10/2/2019).

Tak hanya itu, kertas alquran ini dibuat dari semacam serat kayu dan covernya terbuat dari kulit asli. Ia memperkirakan, Alquran kuno ini berasal dari abad 15. Pasalnya, dalam alquran ini terdapat kode tahun menggunakan tulisan romawi yang menyebutkan tahun 1500 an.

Di sisi lain, Yusuf Effendy warga sekitar masjid Sholihin yang juga cucu salah satu mantan pengurus masjid ini mengatakan, sebetulnya Alquran ini sudah ada sejak dulu. Namun, tidak ada satupun yang memperhatikan.

“Alquran ini tidak pernah diurus, akhirnya dibungkus kain putih, dan ditaruh dibawahnya menara. Gak pernah ada yang memperhatikan,” ujarnya ketika ditemui di Masjid Sholihin, Surabaya pada Minggu (10/2/2019).

Setelah itu, ada pemikiran dari warga untuk membuatkan almari bagi Alquran kuno tersebut. Berdasarkan catatan, Alquran kuno itu akhirnya dipindah ke almari sekitar tahun 1974, tepat saat renovasi ketiga.

Ditanya soal tahun dibangunnya masjid ini, ia mengaku tidak ada warga yang tahu. Pasalnya, berdasarkan catatam warga, mereka hanya mengetahui pengurus tertua yang tercatat yaitu Sukmin yang menjadi pengurus pada tahun 1936.

“Diatasnya pak Sukmin itu ada, gak tau siapa. Tapi kalau dari ceritanya pendirinya Kyai Saifuddin itu. Cuman gak ada yang tau gimana orangnya. Makamnya ada tapi,” katanya.

Setelah di cek ke makam Kyai Saifuddin dan melihat nisannya, Sayful yang juga bekerja sebagai Koordinator Arsip Statis di Universitas Airlangga (Unair) ini memprediksi, makam ini berasal dari tahun 1800-an. Kemungkinan, masjid yang dulunya surau ini juga dibangun sekitar tahun tersebut.

Laskar Surabaya yang bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Surabaya mengaku akan melakukan restorasi terhadap alquran kuno ini seperti yang dilakukan pada Alquran Kuno serupa di Masjid daerah Lawang Seketeng, Peneleh, Surabaya.

“Dari Dinas sendiri, rencananya alquran ini akan direstorasi, dengan kondisinya yang parah, membutuhkan waktu lama. Harus diperbaiki per lembar,” ujarnya.

Sebagai informasi, Alquran kuno yang ada di Masjid Sholihin ini merupakan Alquran kuno kedua yang berhasil ditemukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Surabaya. Sebelumnya, pada awal tahun 2018, telah terlebih dahulu Alquran Kuno serupa di Masjid daerah Lawang Seketeng, Surabaya dan kini telah berhasil direstorasi. (bas/dwi)Editor: Dwi Yuli Handayani

Sumber : Kunjungi Sumber Berita

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *