Pakde Karwo: Tidak Ada yang Lebih Monumental dari Kedewasaan Masyarakat Jawa Timur

suarasurabaya.net – Soekarwo Gubernur Jawa Timur, menjelang akhir masa jabatannya mengatakan, tidak ada yang lebih monumental dari kedewasaan masyarakat Jawa Timur dalam berdemokrasi.

“Di Jatim ini, rakyatnya adalah entitas masyarakat yang sangat luar biasa: open minded, berpikir terbuka, diperkuat kekerabatan dan persaudaraan sebagai basisnya, serta spiritualitasnya sangat tinggi,” ujarnya di DPRD Provinsi Jawa Timur, Senin (11/2/2019).

Menurutnya, ini terwujud pada kepemimpinan sejak dahulu, sejak sebelum zaman penjajahan, tertuang dalam semboyan Bhinneka Tunggal Eka Tan Hana Dharma Mangrwa sejak kerajaan Majapahit.

“Saya kira itu menjadi pondasi yang lebih monumental dari bangunan lainnya,” katanya.

Dalam hal politik, DPRD Provinsi Jawa Timur menurutnya telah memprioritaskan fraksi Jawa Timur di atas kepentingan pribadi, dan golongannya.

Dia kembali menyebutkan, selama 10 tahun masa kepemimpinannya, pengambilan keputusan antara Eksekutif dan Legislatif tidak pernah melalui voting.

“Ini bukti kematangan anggota dewan dan masyarakat, wujud dapil (daerah pemilihan) menjadi perilaku politik. Pembangunan kesejahteraan saya kira bangunan lainnya, tapi ini yang monumental. Inilah working ideologi, ideologi Pancasila yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Besok, Selasa (12/2/2019) Soekarwo Gubernur Jawa Timur dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) Wakil Gubernur Jawa Timur secara resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai pemimpin Jawa Timur.

Pada hari berikutnya, Rabu (13/2/2019) Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak akan dilantik secara resmi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur periode selanjutnya oleh Joko Widod Presiden di Istana Negara.

Nanti malam, Pakde Karwo dan Gus Ipul akan menggelar silaturahmi sekaligus perpisahan dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim serta bupati dan wali kota se-Jawa Timur.

“Kami undang juga Bu Khofifah dan Mas Emil. Saya kira ini bentuk kekerabatan, kehidupan yang penuh dengan persahabatan, ya ini. Basisnya bukan kompetisi, menang-kalah, tapi basisnya kekerabatan,” ujarnya.(den/iss/ipg)Editor: Iping Supingah

Sumber : Kunjungi Sumber Berita

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *